Di tengah persaingan industri 5-Star Hotels yang semakin kompetitif, reputasi brand kini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.
Berdasarkan hasil evaluasi Master Brand Award (MBA) 2026, JW Marriott, Shangri-La, dan Grand Hyatt menjadi bagian dari kelompok Master Brand dengan nilai Master Brand Index (MBI) tertinggi pada kategori 5-Star Hotels. MBA menggunakan pendekatan evaluasi reputasi berbasis media online kredibel dan tidak menggunakan voting publik, survei persepsi, maupun popularitas media sosial sebagai dasar utama penilaian.
Brand dengan Eksposur Media Terkuat
JW Marriott mencatat nilai MBI sebesar 31.37%, disusul Shangri-La sebesar 25.10%, dan Grand Hyatt sebesar 23.14%. Sementara kelompok brand lainnya secara kolektif berada pada angka 20.39%.
Perolehan tersebut menunjukkan bagaimana ketiga brand berhasil membangun eksposur media yang kuat dan relevan sepanjang periode evaluasi. Dalam kategori 5-Star Hotels, kekuatan reputasi kini tidak hanya dipengaruhi oleh popularitas semata, tetapi juga oleh konsistensi representasi brand dalam ruang publik.
Bagaimana MBA Mengukur Reputasi Brand?
MBA menggunakan sistem evaluasi berbasis media reputation yang mengintegrasikan visibilitas media, kepercayaan publik, dan konsistensi eksposur dalam satu framework evaluasi.
Media Presence Index (MPI)
MPI digunakan untuk mengukur kekuatan dan relevansi eksposur media sebuah brand. Penilaian tidak hanya melihat jumlah artikel, tetapi juga kualitas media, posisi brand dalam artikel, dan jenis konten pemberitaan.
Public Trust Index (PTI)
PTI berfungsi sebagai filter reputasi untuk memastikan brand yang memperoleh pengakuan tetap memenuhi standar kepercayaan publik tertentu.
Brand Consistency Index (BCI)
BCI memastikan eksposur media sebuah brand berlangsung secara konsisten dan tidak hanya muncul karena momentum sesaat.
Kesimpulan
Di era digital yang bergerak cepat, reputasi brand semakin dibentuk melalui konsistensi eksposur media dan kepercayaan publik yang terus terjaga.